RSS

Total Tayangan Halaman



Laboratorium Kimia SMA Negeri 1 Kuningan
Praktikum II Semester 2 Kelas X


                                 









Judul                : “ Menguji Daya Hantar Listrik Larutan ”
Praktikan         : ......................................
Nomor Absen  : 16
Kelas               : X.5
Tanggal           : 19 -04-2013.



 “ Daya Hantar Listrik Larutan “

Kata pengantar

 

Dengan Ridha Allah SWT sehingga laporan ini bisa diselesaikan, semua ini tidak terlepas dari segala limpahan Rahmat-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini.
  Di dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang menuju arah perbaikan dan sifatnya membangun sangat saya harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

















Kuningan, 19 April 2013       
                                                        Penulis



                                                        Kiki Siti Zakiah


I.                      Tujuan Praktikum

·    Menyelidiki reaksi-reaksi yang terjadi pada pola larutan

·   Untuk mengetahui kandungan arus listrik di dalam larutan tersebut.

·   Agar dapat mengelompokkan larutan ke dalam kelompok larutan          elektrolit dan nonelektrolit.

·       Terampil merangkai alat uji daya hantar listrik larutan.
·       Dapat mengamati gejala – gejala hantaran listrik pada beberapa larutan.
·       Dapat membedakan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit.
·       Dapat membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat daan elektrolit lemah.
·         Terampil merangkai alat uji daya hantar listrik larutan.
·         Dapat melakukan pengamatan  gejala hantaran arus listrik pada  beberapa larutan.
·        Dapat membedakan antara larutan elektrolit dan nonelektrolit
·       Dapat menjelaskan pengertian larutan elektrolit dan nonelektrolit







Landasan Teori

Ø  Listrik merupakan aliran elektron, larutan merupakan campuran homogen beberapa zat.
Ø  Zat yang dapat menghantarkan listrik disebut konduktor, sedangkan zat yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.
Ø   Larutan yang dapat menghantarkan listrik disebut larutan elektrolit, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut larutan non elektrolit. Larutan terbagi atas zat terlarut (solute), dan zat pelarut (solvent ).
Ø  Teori Svante Arrheinus ( 1859 – 1927 )
Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion itulah yang menghantarkan arus listrik melalui larutan.
Ø  Elektrolit Senyawa Ion dan Elektrolit
§     Senyawa ion terdiri atas ion-ion
§     Dalam kristal (padatan), ion-ion itu tidak dapat bergerak bebas, melainkan diam pada tempatnya. Oleh karena itu, padatan senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik. Akan tetapi, jika senyawa ion dilelehkan atau dilarutkan, maka ion-ionnya dapat bergerak bebas, sehingga lelehan atau larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik.
Ø  Senyawa Kovalen Polar
§     Molekulnya bersifat netral dan tidak menghantarkan listrik.
§     Namun apabila dilarutkan dalam air, dapat menghantarkan listrik. Hal ini terjadi karena antar molekul polar zat terdapat suatu gaya tarik-menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan tertentu dalam molekul tersebut
Ø  Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah
Banyak sedikitnya elektrolit yang meng-ion dinyatakan dengan derajat ionisasi (α), yaitu perbandingan antara jumlah zat yang meng-ion dengan jumlah zat yang dilarutkan.
Ø  Zat elektrolit yang mempunyai derajat ionisasi besar disebut elektrolit kuat, sedangkan yang derajat ionisasinya kecil disebut elektrolit lemah.
Ø  Elektrolit kuat mempunyai daya hantar yang relatif baik meskipun konsentrasinya relatif kecil, sedangkan elektrolit lemah mempunyai daya hantar yang relatif buruk, meskipun konsentrasinya relatif besar.















II.            Alat dan Bahan
·          Alat
ü Gelas Kimia 10 bh
ü Batang pengaduk kaca 1 bh
ü 1 set alat penguji daya hantar

·          Bahan
ü Tissue
ü Asam Klorida (HCL)
ü Asam Sulfat (H2SO4)
ü Natrium Hidrosida (NaOH)
ü Air Suling (H2O)
ü Air ledeng(H2O)
ü Asam Cuka(CH3COOH)
ü Larutan Gula(C12H22O11)
ü Alkohol / Etanol(C2H5OH)
ü Amoniak(NH3)
üNatrium Klorida(NaCL)
  












































Procedur

Langkah 1 : Pastikan sudah teralir oleh arus listrik
Langkah 2 : Letakan larutan HCL di atas papan penguji daya hantar
Langkah 3 : Yang telah di aliri oleh arus listrik di masukan ke dalam larutan HCL
Langkah 4 : Setelah selesai , cuci dengan air putih biasa
Langkah 5 : Letakan larutan H2SO4,NAOH,NACL,H2O,H2O,CH3COOH,C12H22O11,C2H5OH,NH3 Persatu-satu mengikuti langkah – langkah selanjutnya sesuai langkah di atas






















































Tabel Pengamatan




NO
RUMUS  KIMIA
NAMA
NYALA
LAMPU
GELEMBUNG
GAS
LAKNUS
MERAH
SIFAT
1
HCL
Asam Klorida
ü   
Banyak/Ada
Merah
Asam
2
H2SO4
Asam Sulfat
ü   
Banyak/Ada
Merah
Asam
3
NaOH
Natrium Hidrosida
ü   
Banyak/Ada
Biru
Basa
4
NaCL
Natrium Klorida
ü   
Banyak/Ada
Biru
Netral
5
H2O
Air Suling
-
Tidak Ada
Biru
Netral
6
H2O
Air Ledeng
-
Tidak Ada
Biru
Netral
7
CH3COOH
Asam Cuka
-
Banyak/Ada
Merah
Asam
8
C12H22O11
Larutan Gula
-
Tidak Ada
Biru
Netral
9
C2H5OH
Alkohol/Etanol
-
Tidak Ada
Biru
Netral
10
NH3
Amoniak
-
Sedikit/Ada
Biru
Basa













































Analisis data yng termasuk ke dalam larutan :



v Elektrolit:
·        HCL
·        H2SO4
·        NaOH
·        NaCL
·        CH3COOH
·        NH3
v Nonelektrolit :
·        H2O
·        H2O
·        C12H22O11
·        C2H5OH
v Elektrolit Kuat :
·        HCL
·        H2SO4
·        NaOH
·        NaCL
v Elektrolit Lemah :
·        CH3COOH
·        NH3





































 Kesimpulan

Berdasarkan praktek yang dilakukan maka disimpulkan:
·       Larutan merupakan campuran yang homogen antara pelarut dan zat terlarut.
·       Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut sebagai larutan elektrolit. Sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut nonelektrolit
·       Larutan elektrolit terdiri dari larutan elektrolit lemah dan larutan elektrolit kuat.
·       Gejala yang menunjukkan terjadinya hantaran listrik adalah gelembung yang muncul dari larutan, ataupun nyala lampu yang dirangkai dalam percobaan. Jika lampu menyala (terang/redup) atau tak menyala dan ada gelembung (banyak/sedikit) maka terjadi hantaran. Sebaliknya jika tak ada gelembung atau nyala lampu maka tak terjadi hantaran.
·       Data larutan yang termasuk elektrolit dan non-elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Lampu yang menyala dan gelembung yang ada di kedua elektroda merupakan bukti bahwa larutan tersebut merupakan larutan elektrolit. Larutan elektrolit kuat dapat membuat lampu menyala dan timbul gelembung, sedangkan larutan elektrolit lemah hanya menimbulkan gelembung pada kedua elektrodanya saja.










Gambar Pratikum

1.    HCl (Asam klorida)


 











2.    H2SO4 (Asam Sulfat)


 











3.    NaOH (Natrium hidrosida)


 










4.    NaCl (Natrium Klorida )











5.H2O (Air Suling )

5.    H2O (Air Ledeng )



7.CH3COOH (Asam Cuka )
 













8.C12H22O11 (Larutan Gula )


9.C2H5OH (Alkohol/ Etanol )


 









                                                                            
10.NH3(Amoniak )
Copyright 2009 Kiki Siti Zakiah. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates